CHINA YANG TIDAK MAU TERTINGGAL OLEH TEKNOLOGI HYPERLOOP

CHINA YANG TIDAK MAU TERTINGGAL OLEH TEKNOLOGI HYPERLOOP

CHINA YANG TIDAK MAU TERTINGGAL OLEH TEKNOLOGI HYPERLOOP

China Aerospace Science and Industry Corp (CASIC) telah mengumumkan bahwa mereka akan segera melakukan penelitian serta pengembangan teknolgi Hyperloop yang juga sudah di kembangkan dibeberapa negara negara maju lainnya.

CASIC mengatakan bahwa mereka akan merancang hyperloop dengan cara yang memungkinkan “kendaraan” berjalan dalam ruang hampa udara rendah sehingga meminimalkan hambatan udara, dan menggunakan teknologi suspensi magnetik untuk meminimalkan gesekan.

Lantas, Apakah hyperloop benar-benar mungkin direalisasikan? Apakah kereta tersebut tidak membahayakan penumpang?

BACA JUGA :

 

Dikutip dari China Daily, Profesor bidang kereta dengan suspensi magnetik dari Universitas Xinan Jiaotong, Zhao Chunfa, menjelaskan terdapat tantangan besar mengembangkan hyperloop. Pertama, memastikan tabung hampa udara kuat menahan kecepatan tinggi hyperloop.

“Hyperloop melibatkan teknologi super konduktivitas suhu tinggi, di mana kita memerlukan bahan tabung yang baik agar dapat menjadi superkonduktif terhadap suhu yang lebih tinggi. Tapi, saat kereta melaju dengan kecepatan hingga 1.000 km per jam, akan menambah kondisi yang lebih panas serta menimbulkan getaran di tabung hampa udara,” terangnya

“Pertanyaannya adalah Akankah material dari hyperloops bisa tetap superkonduktif terhadap “suhu super tinggi” dan getaran yang tinggi?” sambung Zhao.

Kedua, Zhao mengatakan hyperloop memerlukan rel yang benar-benar mulus. Bila tidak, maka kereta akan mengalami gangguan bahkan dapat membahayakan penumpang.

“Untuk kereta dengan kecepatan lebih dari 1.000 km per jam, relnya haruslah sangat mulus, agar kereta bisa tetap stabil. Bila ada kecacatan walau hanya 0,1 milimeter saja, maka kereta tidak akan stabil dan mengganggu penumpang. Bahkan lebih parahnya, masalah seperti itu bisa mengakibatkan kereta keluar dari rel. Bahkan, teknologi paling maju saat ini tidak dapat memastikan rel kita mulus sejauh sejauh ribuan kilometer,” terang dia.

Menurut Zhao, itu merupakan contoh kecil yang harus diperhatikan dalam mengembangkan hyperloop. Dia menjelaskan, rencana pengembangan hyperloop masih memerlukan banyak penelitian mendasar agar dapat dilakukan secara praktis.

Sementara itu, Engineer Pelaksana Program Hyperloop CASIC, Mao Kai, meyakini pihaknya dapat mengembangkan kereta berkecepatan ribuan kilometer/jam tersebut dengan baik dibanding pihak lainnya. Mao mengatakan semua pihak tak perlu khawatir jika hyperloop dapat membahayakan, sebab CASIC telah melakukan berbagai penelitian mendalam serta memiliki teknologi yang matang.

“Dibandingkan dengan perusahaan lain yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan kereta api hingga 1.000 km per jam, tujuan kami adalah menaikkannya selangkah demi selangkah hingga 4.000 km per jam. Kami yakin bisa mencapai tujuan itu, karena kami menggunakan kekuatan elektromagnetik untuk mendorong “kendaraan” hyperloop ke depan, sementara dua perusahaan lainnya berencana untuk menjalankan “kendaraan” hyperloop di atas roda,” terang Mao.

“Sedangkan untuk teknologi utama yang dibutuhkan untuk mengembangkan transportasi hyperloop, termasuk teknologi ultrasonik, suspensi magnetik superkonduktif suhu tinggi, serta teknologi simulasi dan pemodelan, sekarang kami memainkan peran utama di bidang tersebut. Dengan kata lain, kita memiliki teknologi yang lebih matang daripada rekan sejawat global lainnya dan kami yakin berhasil dalam Litbang kami,” tutup Mao.

Related posts

Leave a Comment